TERBONGKAR Sebab Utama Reni Mau Jadi Istri Andika Kangen Band, Pesona si Babang Tamvan Tiada Tandingan


Musisi Andhika Mahesa atau Andika Kangen Band akan menikah lagi. Perempuan yang mau dijadikan istri adalah Reni Puji Lestari.

Rupanya, ada sejumlah sebab yang membuat Reni Puji Lestari mau jadi istri Babang Tamvan yang usianya jauh lebih tua.

Bahkan, Reni juga tak mempermasalahkan Andika Kangen Band yang sering beristri.

Hal ini dikutip Tribun Style (grup Banjarmasinpost.co.id) dari kanal YouTube Trans TV, Kamis, 9 September 2021.


Diketahui, Andika Mahesa saat ini tengah berbahagia.

Pasalnya, vokalis Kangen Band itu diketahui beberapa waktu lalu telah melamar sang kekasih hati yang akan segera resmi dinikahinya, Reni Puji Lestari.

Reni Puji Lestari saat ini berusia 21 tahun dan masih berstatus sebagai seorang mahasiswi.

Andika pun membeberkan jika calon istrinya itu merupakan penggemarnya sewaktu dia masih tergabung di grup band Kangen Band.

Pria 38 tahun itu pun mengaku telah mengenal Reni sejak SMP.

"Bukan dia malah dulunya ini masih SMP jadi fans gue," ujar Andika.

Meski usianya kini terpaut 17 tahun, pria yang akrab disapa Babang Tamvan itu menyebut Reni merupakan sosok wanita yang begitu menyayangi anak-anaknya.

"Maksudnya gue kenal dia tuh dari kecil, terus dia sampai kuliah dia sayang gitu sama anak gue," sambungnya menambahkan.

Lebih lanjut, Reni pun akhirnya mengungkap alasannya kenapa dia menerima ajakan menikah dari Andika Kangen Band meski usianya saat ini terpaut 17 tahun.

"Lagu-lagunya yang nyentuh banget 'Yolanda'," ungkap Reni.

Reni mengklaim suara khas Andika membuatnya jatuh cinta.

Kebaikan hati serta keramahan Andika membuat Reni akhirnya berhasil kepincut akan pesona pria kelahiran Telukbetung tersebut.

"Yang pertama sih suaranya khas banget, kedua orangnya begitu udah kenal orangnya baik, ramah, nggak sombong," terang Reni.

Reni pun membenarkan jika dirinya dan Andika telah mengenal dekat.

Reni juga mengaku telah siap menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak Andika.

Dengan malu-malu, Reni mengungkapkan kesiapannya untuk berumah tangga dengan Andika.

Jika pernikahan benar terjadi, Reni nantinya akan menjadi istri ke-5 seorang Andika.

"Siap, sudah (kenal deket), yakin (menikah), Insya Allah siap," ujar Reni.

Lantas kapan mereka akan menikah?

Ketika disinggung soal tanggal pernikahan, Andika dan Reni sepakat untuk menundanya hingga Reni lulus kuliah.

"Gue enggak mau ganggu dia sedang sekolah," ujar Andika.

"Enggak buru-buru juga, karena dulu serba terburu-buru enggak asik.

Ini lebih asik menurut gue, pacarannya lama tapi ngejalaninnya enak, santai, dia juga bisa ngenal anak-anak gue," tandas Andika Kangen Band.

Baik Buruk Menikah dengan Pria Jauh Lebih Tua

Andhika Kangen Band dan Reni siap menikah meski usianya terpaut jauh.

Umumnya jarak usia antar pasutri yang terpisah 10 tahun masih dianggap wajar oleh masyarakat.

Maka tak mengherankan apabila keputusan yang diambil seorang wanita untuk menikah dengan pria yang usianya terpaut jauh lebih tua seringkali menjadi perbincangan mulut-mulut usil.

Padahal sebetulnya tidak ada batasan yang jelas mengenai perbedaan usia yang mutlak dan ideal untuk menjalin sebuah hubungan.

Terlepas dari usia, ada banyak pertimbangan lain yang membuat seorang wanita mau menikah dengan pria lebih tua. Apa saja?

1. Lebih berpengalaman dalam hidup

Semakin bertambahnya umur, biasanya akan membuat seseorang semakin dewasa.

Anda yang memilih menikah dengan pria lebih tua tidak perlu ragu lagi soal sandaran hati dan prinsip hidup, karena pria paruh baya memiliki pola pikir yang pemikiran yang lebih dewasa dan bijak sehingga mampu memberikan kenyamanan dan rasa aman.

Mereka tidak menyukai konflik sepele ataupun marah-marah tidak jelas.

Mereka cukup pandai bersikap dan mengatur emosi maupun suasana hati mereka. Mereka juga cenderung lebih jarang menuntut banyak, karena mereka melihat dunia dengan pandangan yang lebih realistis.

Bukan hanya itu, pria dewasa juga berhati-hati dalam menentukan pilihannya.

Pasalnya mereka sudah cukup banyak makan asam garam kehidupan entah itu dalam karirnya, pengetahuan, atau pengalaman hidupnya.

Oleh karena itu, mereka juga bisa menjadi sosok “ayah” yang dapat memberikan nasihat atau wejangan terkait masalah yang sedang Anda hadapi ataupun sekadar berbagi cerita.

2. Secara finansial lebih aman

Pada umumnya, Anda tidak perlu terlalu khawatir mengenai masalah finansial jika memutuskan untuk menikah dengan pria yang usianya jauh lebih tua.

Kebanyakan dari mereka sudah memiliki karir dan keuangan yang mapan, oleh karena itu juga mampu untuk menghidupi tanggungan lainnya.

Namun, tentu bukan berarti Anda menikahinya hanya tergiur oleh godaan limpahan materi semata supaya Anda tidak perlu lagi repot memikirkan cicilan apartemen atau mobil.

Anda harus ingat bahwa apa yang mereka miliki saat ini karena pria seperti mereka adalah pria yang cerdas dan bekerja keras.

3. Lebih romantis

Banyak wanita yang memilih pasangan yang lebih tua karena dianggap lebih berkomitmen, lebih setia, lebih sabar, lebih stabil secara emosional, dan paham benar cara memperlakukan seorang wanita dengan baik yang bisa membuat Anda merasa dicintai.

Diulik dari sudut pandang si pria, mereka merasa nyaman dengan wanita yang lebih muda karena perempuan yang dinikahinya mampu memunculkan rasa ‘kembali muda’.

Itulah mengapa kebanyakan pria usia matang siap sedia untuk membanjiri pasangannya dengan hal-hal yang romantis.

Diyakini, pria dengan usia yang sudah lebih matang juga akan lebih serius untuk membina hubungan dengan wanita pilihannya.

Siap-siap dengan tiga hal ini jika Anda ingin menikah dengan pria lebih tua

1. Mungkin merasa agak canggung

Tidak semua orang kadang bisa menerima pemandangan “wanita muda menikah dengan pria paruh baya” dengan pemikiran yang positif.

Perbedaan budaya juga bisa memengaruhi penilaian masyarakat tentang wajar atau tidaknya jarak usia sepasang suami istri.

Oleh karena itu, bersiaplah dengan cibiran dan tatapan aneh dari orang-orang sekitar ketika Anda memutuskan menikah dengan pria lebih tua.

Meski demikian, usahakan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan pendapat orang lain. Selama Anda berdua tulus saling mencintai dan pernikahan Anda tidak didasari oleh paksaan dan tidak melanggar hukum, tidak masalah.

2. Mendominasi hubungan

Semakin lama seseorang hidup di dunia, semakin banyak asam garam kehidupan yang telah dilaluinya. Banyaknya pengalaman hidup ini sedikit banyak memengaruhi kuatnya karakter seseorang.

Namun, hal ini bisa berubah menjadi dominasi dalam sebuah hubungan.

Tidak mengherankan jika pria lebih memegang kendali, dari hal-hal kecil seperti menentukan tempat makan hingga hal-hal besar seperti menentukan karier pasangannya.

Sikap ini lalu sering dikaitkan dengan sifat posesif yang juga bisa menghantui hubungan Anda. Pria yang mendominasi percaya bahwa wanita harus mengikuti dan menjalankan sesuatu sesuai caranya demi kebaikan bersama.

Apalagi jika Anda tidak komplain terhadap dominasi suami, kondisi ini tentu kurang ideal untuk masa depan sebuah hubungan.

3. Masalah seks dan keturunan

Merencanakan kehamilan dengan pasangan laki-laki yang sudah cukup berumur memiliki risikonya tersendiri. Setelah usia 35 tahun, kesuburan pria cenderung menurun sehingga Anda mungkin relatif lebih sulit hamil.

Meski pada usia 70 atau bahkan 80 tahun sekalipun laki-laki masih bisa dan mungkin mempunyai anak, namun tetap membutuhkan waktu lebih panjang untuk bisa membuahi pasangannya. Bahkan hingga bisa bertahun-tahun.

Hal ini dilatarbelakangi berbagai kondisi terkait penuaan, seperti penurunan hormon testosteron dan kualitas sperma, masalah seksual seperti disfungsi ereksi dan sulit orgasme, hingga peningkatan risiko kondisi medis tertentu seperti diabetes yang dapat memengaruhi kualitas hubungan seksual dan pada akhirnya peluang kesuburan.

Jarak umur wanita pun juga bisa memengaruhi. Dengan berasumsi berapapun umur perempuan, peluang perempuan untuk cepat hamil dilaporkan lebih kecil ketika pasangannya 5 tahun lebih tua dibandingkan ketika pasangannya mempunyai umur yang sama.

Sumber: Banjarmasinpost

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel