MIRIS, Penderitaan Korban Pelecehan Seksual Saipul Jamil Akhirnya Terbongkar, Tak Diberi Kompensasi Sepeserpun dan Terpaksa Pindah Rumah tak Kuat Tanggung Malu


Penderitaan Korban Pelecehan Saipul Jamil Akhirnya Terbongkar, Tak Diberi Kompensasi Sepeserpun dari Sang Pedangdut dan Terpaksa Pindah Rumah.

Pengacara korban Saipul Jamil, Osner Johnson Sianipar mengatakan, kliennya tak mendapat kompensasi apapun sejak putusan kasus lima tahun lalu.

Bahkan Osner menyebutkan, korban DS telah pindah rumah dan memutus komunikasi dengannya.

Hal itu diungkapkan Osner dalam tayangan di kanal Youtube voidotid.

Osner teringat usahanya membela DS akibat kasus asusila yang dialaminya pada 2016.

DS yang mengaku diajak ke rumah Saipul Jamil dan mendapat perlakuan tak senonoh itu langsung pindah rumah setelah putusan ditetapkan hakim.

"Itu perkaranya kan 2016, 2017 putusan," kata Osner.

"Seingat saya, 2018 kita masih komunikasi, setelah itu mereka pindah rumah."

Menurut Osner, korban dan keluarga terpaksa pindah lantaran tak sanggup menanggung malu.

Mereka juga berusaha untuk memulihkan nama baik dan kondisi kejiwaan korban.

"Pindah rumah mereka, karena kan malu ya," ujar Osner.

"Memulihkan nama baik dia, memulihkan kejiwaan dia."


Setelah itu, Osner mengaku kehilangan kontak dengan DS dan keluarga.

Namun, ia akan berusaha mencari keberadaan DS untuk melihat kondisinya.

Mengingat, akhir-akhir ini viral pembebasan Saipul Jamil yang disambut meriah hingga beberapa kali tampil di TV.

"Mereka pindah rumah saya hilang komunikasi,"

"Dari pihak keluarganya pun tidak ada lagi komunikasi sama saya pengacaranya," ujar Osner.

"Saya akan coba (cari), kan gampang kok mencari orang, kita lihat di medsos."

"Namanya kan saya hapal banget, mudah-mudahan bisa ketemu."


Menurut Osner, pihak keluarga tak mendapat kompensasi dari Saipul Jamil atas kejadian tersebut.

Padahal, sebenarnya mereka berhak mendapat santunan untuk membiayai pemulihan jiwa korban.

"Saya mengatakan, 'Sudahlah, sekarang si SJ sudah dihukum, apa yang kita harapkan, sesuai undang-undang sudah dikenakan kepada dia, sudahlah, maafkanlah'," tutur Osner.

"'Sekarang bagaimana biar kamu pulih, biar selesai sekolahmu tamat, kamu jadi anak sukses, kamu jadi anak hebat'."

"'Dengan adanya masalah ini, kamu bisa jadi anak baik', saya bilang gitu."

Osner mengaku, terakhir kali berkomunikasi dengan korban, saat DS mengabarkan kelulusannya.

DS mengaku belum tahu bisa melanjutkan kuliah atau tidak karena keterbatasan biaya.

"Setelah dia lulus, dia sampaikan pada saya, 'Pak Osner, alhamdullilah saya sudah lulus', 'Oh iya, kamu rencana mau kuliah enggak?', saya bilang," tutur Osner.

"'Saya kerja dulu, sambil nanti kalau ada rejeki saya akan coba untuk kuliah', 'Biarlah kita jangan hilang komunikasi ya', saya bilang gitu kan."

Namun, hingga hari ini, Osner belum berhasil menghubungi DS maupun anggota keluarga lainnya.

Sumber: Suargrid

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel