Kondisi Ukkasya Saat Tersungkur di Kolam Picu Reaksi Zaskia Sungkar dan Irwansyah, Shireen Bertindak


Kini sudah mulai aktif bergerak, ada saja tingkah Ukkasya Muhammad Syahki yang memicu reaksi Zaskia Sungkar dan Irwansyah hingga sang tante Shireen Sungkar juga ikut bertindak.

Pertumbuhan Ukkasya yang sudah memasuki usia 5 bulan kini berjalan semakin sehat dan aktif sehingga tak jarang membuat kedua orangtua hingga orang terdekat mereka ikut merasa gemas.

Maklum saja walau baru berusia beberapa bulan, penampakan tubuh Ukkasya yang kian montok itu sering kali menimbulkan rasa gemas hingga tak kuasa untuk membuat orang - orang menahan diri agar tidak menyentuh atau bahkan meremas tangan dan kakinya yang disebut bak roti sobek.

Kini sudah mulai bisa memberikan respon terhadap kondisi di sekitarnya, siapa sangka akibat asyik bermain Ukkasya yang tak kuat menahan bobot tubuhnya itu harus tersungkur dalam kolam mini berisi bola - bola kecil miliknya.

Hal ini seperti yang dibagikan Zaskia melalui unggahan story di akun instagram miliknya, Sabtu (11/9/2021).

Dikelilingi oleh Shireen Sungkar, Irwansyah, dan kerabat mereka yang lain, mulanya Ukkasya terlihat asik memainkan bola yang merendam tubuh montoknya.

Namun tiba - tiba saja tubuh Ukkasya tersungkur dan membuatnya terpaksa merebahkan diri di atas tumpukan kolam.

Tak berdaya untuk mengangkat tubuhnya, Ukkasya pun terlihat mengeluarkan ekspresi memelas sambil berusha memasukan bola yang dipegangnya ke dalam mulut sambil memajukan bibirnya.

Sontak aksi menggemaskan Ukkasya tersebut pun langsung menimbulkan gelak tawa.


"Ukkasya kenapa sedih banget?" tanya kerabat sang ibu

"Halo anaku," sahut Irwan.

Melihat keponakannya yang tersungkur, Shireen pun segera bertindak dengan mengangkat tubuh Ukkasya dan membenarkannya ke posisi semula.

"Dia tumbang, dia tidak bisa menggerakan badannya sendiri," timpal Shireen.

Tampak terkejut dengan reaksi Irwansyah dan Shireen yang heboh melihat kondisinya, Ukkasya pun tak hentinya menatap bingung keadaan sekitarnya.

* Pentingnya Kecukupan Gizi Untuk Bayi Sejak Dalam Kandungan

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani meminta pemerintah menggiatkan sosialisasi dan upaya Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) secara luas kepada masyarakat tentang pentingnya asupan makanan bergizi sejak usia anak dalam kandungan.

Ini untuk menyadarkan masyarakat dalam menghindari makanan atau minuman yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang seperti stunting dan gizi buruk.

“Apalagi di masa Pandemi Covid-19 saat ini, itu tidak bisa menggugurkan kewajiban pemerintah untuk menjangkau dan membina serta memberikan pelayanan bagi seluruh masyarakat,” ujar Netty Prasetiyani dalam keterangan pers, Sabtu (25/7/2020).

Karenanya, kata Netty, perlu untuk meningkatkan pengetahuan orangtua tentang pengasuhan yang benar dan tepat bagi anak-anak sesuai tahapan perkembangannya.

Misalnya dalam hal pemberian susu kepada anak-anak, menurut Netty, banyak orang tua yang sering salah memahaminya.

Masih banyak para orangtua, utamanya dari masyarakat tidak mampu, itu menganggap susu kental manis sebagai pilihan tepat bagi anaknya.

Pertimbangan mereka memilih susu kental manis kebanyakan karena alasan harga yang relatif lebih murah, mudah disimpan dan tidak cepat basi dibandingkan susu formula.

Hal itu diperparah lagi oleh iklan-iklan yang membombardir pilihan masyarakat.

Netty mengatakan sesuai dengan tahapan pertumbuhannya, anak yang usianya di bawah satu tahun dianjurkan untuk diberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan, bahkan dianjurkan untuk disempurnakan hingga usia dua tahun.

“ASI adalah cairan emas yang Tuhan siapkan sebagai makanan terbaik anak sebelum diperkenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI),” ujarnya.

Memang, susu di dalam konteks makanan anak usia batita dan balita adalah sebagai sumber kalsium dan sumber protein dengan asam amino esensial yang lengkap.

“Namun, bukan berarti susu kental manis yang menjadi pilihan, mengingat ada sejumlah dampak atau bahaya yang ditimbulkan,” katanya.

Netty menambahkan susu kental manis (SKM) adalah susu yang dibuat dengan melalui proses evaporasi atau penguapan dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah.

Selain diuapkan, susu kental manis juga diberikan added sugar (gula tambahan).

Hal ini menyebabkan susu kental manis memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi.

Menurutnya, kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015 adalah kurang dari 10% total kebutuhan kalori.

“Jadi, susu kental manis tidak boleh diberikan pada bayi dan anak, karena memiliki kadar gula yang tinggi dan kadar protein yang rendah, yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan anak-anak yang mengkonsumsinya,” tutur Netty.

Jika ada yang masalah dalam pemberian ASI, menurut Netty, ada beberapa referensi yang merekomendasikan ASI donor yang telah terbukti aman atau susu formula bayi.

Dia menyarankan untuk pemberian susu, selain ASI sendiri sebaiknya orang tua berkonsultasi kepada tenaga kesehatan, seperti dokter atau bidan agar dapat menjatuhkan pilihan yang tepat.

Sumber: Banjarmasinpost

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel