Cara Saipul Jamil Menyambung Hidup Efek Dipenjara 5 Tahun, Jual Mobil dan Ruko, Segera Bebas Bulan Depan


Pedangdut Saipul Jamil diisukan bangkrut setelah dipenjara selama lebih dari 5 tahun atas kasus pencabulan dan suap. 

Isu Saipul Jamil bangkrut menyeruak sejalan dengan kabar dirinya akan bebas pada 2 September 2021 mendatang. 

Kabar Saipul Jamil bebas dikonfirmasi oleh Kepala Lapas Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan dan orang dekatnya, Indah Sari.

Indah Sari membantah isu yang menyebut jika Saipul Jamil bangkrut setelah dipenjara. 

"Yang bilang Saipul Jamil itu bangkrut itu enggak, namanya hidup kita jual rumah, kita jual mobil itu biasa ya," ujar Indah Sari, dikutip dari YouTube Indosiar Rabu, (25/82021).

"Saya juga kadang jual mobil gitu, kalau kita butuh gak apa-apa ya," imbuhnya.


Kendati begitu, Indah Sari tak menampik Saipul Jamil telah kehilangan beberapa aset berharga dan percaya rezeki pria yang dekat dengannya itu akan terus mengalir.

"Jadi kasarannya, mudah-mudahan nanti Bang Ipul hilang rumah, hilang ruko, mobil 2, insyaallah bang haji pulang kita beli yang baru," ujar Indah Sari.

Lebih lanjut, Indah Sari mengurai cara Saipul Jamil menyambung hidup selama ini. 

Selain untuk menghidupi keluarga, investasi Saipul Jamil juga dijual demi membayar jasa pengacara yang selalu mendampinginya.

"Karena kan selama ini gak ada pemasukan, jadi untuk bayar pengacara dan lain-lain, bang Ipul juga tulang punggung keluarga ya," pungkas Indah Sari.

Setelah bebas nanti, Saipul Jamil tetap akan terjun kembali ke dunia hiburan.

Saipul Jamil juga telah bersiap membuat gebrakan baru menjadi Youtuber.

Selain menjadi seorang Youtuber, Saipul Jamil juga telah menyiapkan single baru.

Saipul Jamil memanfaatkan kebebasannya kali ini untuk menghasilkan uang demi keluarga.

Selama di penjara, Saipul Jamil telah menghabiskan sebagian hartanya hingga harus menjual ruko dan mobil.

Kasus Asusila

Sebelumnya, Saipul Jamil divonis hakim tersandung dua kasus sekaligus yakni kasus asusila dan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Saipul Jamil pertama kali tersandung kasus pencabulan dan ditetapkan sebagai tersangka pada 18 Februari 2016.

Saat itu, korban berinisial DS melaporkan Saipul Jamil karena melakukan tindak asusila terhadap dirinya.

Saipul Jamil disebut meminta DS untuk menginap di rumahnya dan memberikan pijatan.

DS sempat menolak dan akhirnya tidur sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat DS sedang tertidur lelap, Saipul Jamil akhirnya melakukan tindakan tidak senonoh.


Atas perbuatannya, Saipul Jamil divonis hukuman penjara 3 tahun.

Kemudian dalam putusan banding, Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta memperberat hukuman Saipul Jamil menjadi 5 tahun penjara.

Merasa tak terima, melalui kuasa hukumnya, Saipul Jamil mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Sayangnya, MA dalam putusannya menolak PK Saipul Jamil dan tetap pada putusan PT DKI Jakarta.

Oleh karenanya, Saipul Jamil tetap harus menjalani 5 tahun hukuman penjara.

Suap panitera

Kasus yang menjerat Saipul Jamil tak berhenti sampai di situ saja.

Hukuman penjara Saipul Jamil bertambah 3 tahun karena terbukti menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rohadi, dengan uang sebesar Rp 50 juta.

Vonis tersebut sebenarnya lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum KPK yakni 4 tahun penjara ditambah denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Saipul Jamil terbukti melakukan suap untuk mendapat keringanan terkait perkara tindak asusila yang dilakukannya terhadap DS.

Oleh karena itu, Saipul Jamil harus menjalani 8 tahun penjara sebagai akumulasi hukuman atas kasus tindak pidana korupsi dan pencabulan yang dilakukannya.

Pria yang akrab disapa Bang Ipul tersebut baru-baru ini berupaya melakukan Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung (MA).

Pihak Saipul Jamil sudah menyodorkan tiga alat bukti baru dalam berkas PK.

Pengajuan PK merupakan upaya terakhir dari Saipul Jamil untuk bisa keluar lebih cepat dari jadwal yang sudah ditentukan.

Meski begitu, hingga kini Saipul Jamil masih menunggu putusan dari MA terkait jadwal bebasnya secara pasti.

Sedangkan menurut Kepala Lapas Kelas I Cipinang Tonny Nainggolan mengatakan, Saipul Jamil akan dijadwalkan bebas pada 2 September 2021.

“Iya untuk informasi sementara seperti itu (September bebas) tapi nanti kami harus periksa sekali lagi, pastikan lagi bebasnya. Infonya untuk sementara 2 September (bebas),” ucap Tony dikutip dari Kompas.com 'Perjalanan Kasus Saipul Jamil hingga Menanti Kebebasan Tahun Ini'.

Saat ditanyakan, apakah Peninjauan Kembali (PK) kepada Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu lalu disetujui, Tony belum mengetahui persisnya.

Tony mengatakan, jadwal sementara Saipul bebas tanggal 2 September 2021 sesuai dengan perhitungan setelah menjalani hukuman selama lima tahun.

Kemudian, dikurangi masa potongan tahanan dan remisi sampai 2021.

Namun, jadwal itu bisa saja berubah tergantung putusan MA. Biasanya, jadwal akan diberikan sepekan sebelum bebas.

Sumber: Suryamalang

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel