DULU Tenar, Pedangdut Cantik Ely Munchen Kini Lumpuh Akibat Stroke, Harta Semua Habis Dijual Demi Berobat


Lama menghilang, siapa sangka pedangdut cantik Ely Munchen ternyata lumpuh akibat stroke. Hartanya pun habis untuk berobat.

Nama Ely Munchen sempat tenar sebagai pedangdut cantik di awal tahun 2015 silam.

Bahkan berkat suara merdunya, Ely Munchen sempat menyanyikan lagu yang sebenarnya diperuntukkan untuk Lesty Kejora.

Alhasil Ely Munchen pun banjir tawaran manggung kala itu.

Beberapa lagu hits di tahun 2015 seperti Cekidot, Getah Cinta hingga Kepastian pun sukses dibawakan Ely dengan sangat apik.

Namun sayangnya, masa keemasan Ely Munchen tak bertahan lama.


Di tengah puncak kariernya, Ely justru jatuh sakit.

Bahkan hartanya pun ludes untuk biaya pengobatan.

Dilansir TribunStyle.com dari kanal YouTube Maksi Music, Ely Munchen kini masih berjuang untuk sembuh total.

Diceritakan sang suami, Ely Munchen menderita penyakit stroke dan lumpuh setelah manggung.

Ely kala itu mendadak pingsan kemudian kejang-kejang.

"Jadi pingsan gitu, sempat saya pegang sebentar, dia lemes lama-lama kemudian langsung kejang-kejang, kemudian dia langsung nggak sadar", jelas suami Elyn Munchen.


Tak hanya itu, tubuh Ely juga sempat membiru.

Bahkan bibir Ely kala itu sampai berwarna ungu saking parahnya.

"Muka biru, badan biru semua, kalau bibir warnanya ungu", imbuh suami Elyn Munchen.

Sementara itu, saat ditemui Ely mengaku tak mengingat kondisinya saat itu.

Ia benar-benar lupa apa yang terjadi pada tubuhnya saat terserang stroke mendadak.

"Nggak inget", ucap Elyn lirih mengenai kondisinya sebelum jatuh sakit.

Hingga kini baik Ely dan sang suami masih terus berjuang.

Sayangnya, perjuangan suami Ely untuk kesembuhan sang istri harus terkendala dengan adanya pandemi Covid-19.

Sang suami pun terpaksa menjual semua hartanya demi biaya berobat Ely dan kehidupan sehari-hari.

Bahkan mobil hasil jerih payah Ely selama manggung pun harus ikut dikhlaskan dijual.

"Udah dijual (mobil) juga mas," ucap lirih suami Ely.

Kondisi Ely saat ini pun bisa sudah banyak kemajuan.


Meski belum kuat berjalan, setidaknya Ely sudah bisa diajak berbicara.

Diakui Ely untuk berbicara dirinya harus berjuang keras.

"Ngomongnya masih susah, jadi kalau ngomong masih harus mikir dulu gitu," ucap lirih Ely.

Melihat kondisi Ely, pihak Maksi Music pun ikut prihatin.

Bahkan sang host sempat meneteskan air mata.

Ia tak menyangka Ely Munchen yang dulu tenar di panggung kini harus tergolek di kasur.

Untuk meringankan beban suami Ely, pihak Maksi Music lantas menggalang dana untuk membantu.

Bagi semua teman-teman dermawan,
yang ingin membantu meringankan terapi
dan pengobatan Elyn Munchen

Boleh langsung transfer
ke Nomor Rek. dibawah ini :
4768017695 BCA
a.n : Rusdi Hermanto
(Suami Elyn Munchen)

Kita doakan semoga Ely Munchen segera pulih dan dapat kembali berkarya.

Semangat Ely Munchen!

Dulu Tenar Akting Jadi Pembantu, Nasib Artis Senior Ini Berubah, Sekarang Terpaksa Berhutang

Sementara itu, nasib artis senior ini juga tak kalah memilukan.

Nama artis senior Yati Surachman dulu tenar berkat aktingnya sebagai pembantu rumah tangga.

Perempuan berusia 63 tahun ini mengawali karier di film Inem Pelayan Sexy pada tahun 1976.

Tak butuh waktu lama, dua tahun berselang ia memenangkan penghargaan The Best Actress di Festival Film Asia Pasifik pada tahun 1978.


Sampai sekarang ia telah membintangi puluhan judul film, sinetron hingga FTV.

Berbagai karakter ia mainkan seperti asisten rumah tangga, seorang ibu atau bahkan nenek.

Terakhir, ia berperan sebagai Mirna di sinetron Pengantin Dini pada tahun 2019 dikutip dari artikel Kompas.com berjudul '"Terdampak Corona, Yati Surachman Pinjam Kartu Kredit Ponakan untuk Penuhi Kebutuhan Hidup".

Saat ini, Yati dikenal karena sering mendapatkan peran sebagai seorang nenek-nenek baik di dalam film atau sinetron.

Namun belakangan hidup Yati jadi sorotan.

Pasalnya, Ia mengaku diremehkan sampai berhutang demi sesuap nasi.

"Banyak (direndahkan orang lain), tapi buat saya, saya selalu pakai ilmu padi, artinya kalau memang orang mau merendahkan saya.

Jadi biar Tuhan yang kasih karma, dia merendahkan saya, dia akan direndahkan orang lain," kata Yati di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2020).

Perempuan kelahiran Agustus 1957 itu mencontohkan cacian yang sering dilontarkan orang lain terhadapnya.

"Cuma banyak orang yang menganggap 'oh yang jadi suka pemeran pembantu', mereka tidak nontonnya (sampai) selesai," ujar Yati.



Yati Berutang Demi Kebutuan Hidup

Diberitakan sebelumnya, Yati pernah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup akibat imbas dari pandemi Covid-19.

Apalagi sejak PSBB diterapkan, Yati tak bisa mendapatkan uang karena semua jadwal syuting terhenti.

Yati berharap mampu keluar dari situasi sulit saat ini.

Sejauh ini, Yati telah meminjam kartu kredit ponakannya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari sembari menunggu honornya turun.

Yati berujar, banyak orang tak percaya bahwa saat ini ekonominya sedang sulit akibat terdampak pandemi virus corona.

"Mau minta tolong pada enggak percaya kalau saya enggak punya duit, soalnya di Indonesia itu terbentuk mindset kalau bintang film pasti punya banyak duit," ucap Yati dalam vlog “Curhatan Hati Yati Surachman Karena Kesulitan Ekonomi Selama Pandemi Covid-19” di channel YouTube Cumicumi beberapa waktu lalu.

Meski betul-betul merasa sulit, Yati tak mau meratapinya terlalu lama.

Ia mencoba tegar menjalani masa sulit sekarang.

"Tapi kalau aku sih seberapa pun (rezeki) yang aku dapat, ya, aku percaya aja, makanya tadi aku bilang, kalau aku nangis untuk sinetron atau film aku mau karena dibayar, tapi kalau nangisin hidup aku ya enggak karena memang kondisinya begini," tutur Yati.

Wanita berusia 63 tahun ini berdoa agar semuanya cepat pulih seperti semula.

Apalagi, kata Yati, saat ini ia juga harus merawat ibunya yang tengah sakit.

"Kalau aku sih berdoanya terutama mama sudah berumur, supaya mama jangan susah, bersyukur sama Tuhan, jujurlah pada diri sendiri apapun agamamu," ucap Yati. 

Sumber: Tribunstyle

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel