Bak Petir Disiang Bolong, Hancur Sudah Randi Bachtiar Idap Kanker Stadium 2, Tasya Kamila Pilu: Rambutku Rontok Sampai Tipis Banget


Tasya Kamila mengaku ikut stres saat tahu Randi Bachtiar, suaminya divonis kanker limfoma hodgkin stadium 2.

Saking stresnya, Tasya Kamila mengaku rambutnya sampai rontok.

Bahkan istri Randi Bachtiar ini hingga harus ke dokter untuk menjalani pengobatan.

"Badan aku ngerasain stres dan segala macam emosi.

Rambut aku rontok sampai tipis banget."

"Aku juga sampai harus ke dokter benarin rambut," ujar Tasya Kamila.


Selain itu, stres yang dialami mantan penyanyi cilik itu juga membuat wajahnya mulai berjerawat.

"Ada mulai jerawatan juga dikit, terus nggak mood diet," ujar Tasya Kamila, dikutip dari Tribunnews.com, Akui Stres sang Suami Divonis Kanker Stadium 2, Tasya Kamila Sebut Rambutnya Sampai Rontok.

Meski demikian, Tasya Kamila berusaha keras untuk tabah.

Ia berusaha tegar dan tak mau berlarut dalam kesedihan.

Hingga akhirnya, Tasya Kamila dan Randi Bachtiar perlahan mulai menerima dan bangkit dari kesedihan.

"Aku nggak mau berlarut.

Sedih sih ada, ya siapa yang nggak sedih suaminya sakit," ungkap Tasya Kamila.

"Ya kami kan Insya Allah masih muda. Walau pun hidup Allah yang tentuin."

"Tapi kami ya sebaik-baiknya ikhtiar gitu, berusaha untuk kesembuhan Randi," sambung Tasya Kamila.

Randi Bachtiar diketahui mengidap kanker limfoma hodgkin usai sering mengalami sesak dan pegal pada 2019.

Saat itu, keduanya belum terlalu peduli karena menganggap sakit yang dialami Randi hanya faktor kelelahan.

Hingga pada Oktober 2020, Randi mengalami batuk selama 3 minggu yang kemudian disertai munculnya darah dalam dahak.

"Akhirnya ke dokter paru, rontgen, kelihatan ada massa di rongga dadanya Randi," pungkas Tasya Kamila.

Mengenal Kanker Getah Bening Hodgkin's Lymphoma, yang Diidap Randi Bachtiar Suami Tasya Kamila

Sebelumnya, mari kenali terlebih dahulu lymphoma atau kanker getah bening.

Dilansir dari Mayo Clinic, lymphoma adalah kanker sistem limfatik, yang merupakan bagian dari jaringan melawan kuman tubuh.

Sistem limfatik meliputi kelenjar getah bening (kelenjar getah bening), limpa, kelenjar timus dan sumsum tulang.

Limfoma dapat mempengaruhi semua area tersebut serta organ lain di seluruh tubuh.

Sebenarnya, ada banyak jenis lymphoma.

Namun, ada subtype yang paling utama, yakni:

- Hodgkin's lymphoma (disebut juga dengan penyakit Hodkin)

- Non-Hodgkin's lymphoma



Mengenal Hodgkin's Lymphoma atau Lymfoma Hodgkin

Melansir Medical News Today, Hodgkin's lymphoma adalah jenis kanker yang mempengaruhi sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening.

Pada orang dengan kondisi ini, kanker biasanya menyebar dari satu kelenjar getah bening ke kelenjar getah bening yang berdekatan.

Tidak seperti orang dengan limfoma non-Hodgkin, orang dengan limfoma Hodgkin memiliki sel Reed-Sternberg.

Ini adalah limfosit B yang sangat besar yang seringkali memiliki lebih dari satu nukleus.

Dokter dapat dengan mudah menemukan sel-sel ini dalam cairan getah bening menggunakan mikroskop.

Dengan pengobatan, limfoma Hodgkin memiliki tingkat kesembuhan dan kelangsungan hidup yang tinggi.



Gejala Kanker Getah Bening Limfoma Hodgkin

Tidak semua penderita limfoma Hodgkin memiliki gejala.

Namun, beberapa orang mungkin mengalami tanda-tanda yang dapat menunjukkan kondisi ini.

Salah satu gejala yang paling kentara adalah kelenjar getah bening membengkak.

Gejala limfoma Hodgkin yang paling umum adalah pembengkakan kelenjar getah bening di bawah kulit.

Ini sering muncul sebagai benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan.

Namun, pembengkakan kelenjar getah bening tidak selalu berarti seseorang mengidap kanker, karena kelenjar getah bening sering kali membengkak saat tubuh sedang menangani infeksi.

Jika pembengkakan kelenjar getah bening terasa sakit saat disentuh seseorang, bisa jadi itu disebabkan oleh infeksi.

Ini akan turun saat infeksinya sembuh.

Namun, jika kelenjar getah bening membengkak tanpa alasan yang jelas, dan pembengkakan tetap ada, itu bisa menjadi indikasi kanker.

Penyebab Kanker Getah Bening

Dokter belum dapat memastikan apa penyebab kanker getah bening.

Namun, itu dimulai ketika sel darah putih yang melawan penyakit yang disebut limfosit mengembangkan mutasi genetik.

Mutasi memberitahu sel untuk berkembang biak dengan cepat, menyebabkan banyak limfosit yang sakit terus berkembang biak.

Faktor Risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko limfoma antara lain:

- Usia

Beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada dewasa muda, sementara yang lain paling sering didiagnosis pada orang berusia di atas 55 tahun.

- Laki-laki

Laki-laki sedikit lebih mungkin mengembangkan limfoma daripada perempuan.

- Memiliki sistem kekebalan yang terganggu

Limfoma lebih sering terjadi pada orang dengan penyakit sistem kekebalan atau pada orang yang menggunakan obat yang menekan sistem kekebalannya.

- Mengembangkan infeksi tertentu

Beberapa infeksi dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, termasuk virus Epstein-Barr dan infeksi Helicobacter pylori.

Sumber: Tribunstyle

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel