BERDERAI AIR MATA Ibu Korban Sriwijaya Air SJ182, Peluk Foto Putri Bungsunya: Pulang Lah Nak, Sini Sama Ibu


Ibunda dari Dinda Amelia (15), salah satu penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182, Lena tak kuasa menahan tangisnya sembari melihat foto putri bungsunya tersebut melalui handphonenya setelah menjalani pengambilan sampel DNA di gedung Serbaguna Candra Dista Wiradi, Bandara Internasional Supadio, Minggu 10 Januari 2021 sore.

Dengan terisak - Isak, Lena terus memanggil nama Putri bungsunya itu.

"Pulang lah nak, pulang sayang, pulang nak, sini sama ibu, ketemu ibu,"ucapnya dalam tangis.

Ia mengatakan, bahwa putri bungsunya merupakan anak yang sangat baik dan berbakti dengan orang tua. Dinda Amelia merupakan putri yang paling dekat dengan dirinya.

"Dia itu selalu dekat sama saya, dengan saya terus,"tuturnya terus sambil mendekapkan foto sang putri di pipinya.

"lihat ini dia ini putri saya, ini Dinda Amelia, pulang ya nak, Dinda sayang kan sama mama,"ucapnya sembari menunjukkan foto sang putri.


Di tuturkan Lena, dirinya bekerja di rumah Kadislog Lanud Supadio, kemudian beberapa waktu lalu, istri dari Kadislog mengajaknya untuk pergi ke Jakarta, namun dirinya menolak karena sang suami baru saja pulang bekerja dari luar kota.

Kemudian, sang istri Kadislog memohon izin untuk mengajak Dinda Amelia berlibur di Jakarta, iapun kemudian mengizinkan sang putri untuk pergi berlibur.

"Saya kan kerja di rumah Kadislog, dia memang sering ikut saya kerja, kalau tidak kemarin itu saya ikut, tetapi karena suami saya pulang dari kerja proyek, saya bilang tidak usah bu,"

"Lalu, ketika si ibu Kadislog bilang, kalau si Amelia saya ajak gimana, saya bilang boleh Bu,"ceritanya 

Di ungkapkan oleh Lena, sang putri berangkat ke Jakarta bersama rombongan tepat di hari ulang tahun sang putri yang ke 15 pada 27 Desember 2020 lalu.

Terlihat jelas, Lena sangat terpukul dengan peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang membawa sang putri kesayangan.

Besar harapan Lena agar putri bungsunya itu bisa selamat dan kembali lagi berkumpul dengan keluarga Dirumah. 

Kisah korban Sj182 lainnya

Sementara itu, keluarga pramugari Sriwijaya Air SJ 182, Mia Tresetyani Wadu (22) mengurai kisah pilu.

Kakak korban mengatakan, seharusnya Mia tidak di penerbangan tersebut.

Namun, jadwal Mia tiba-tiba diganti.

Rumah kediaman salah satu pramugari Sriwijaya Air SJ 182, Mia Tresetyani Wadu (22) mulai tampak ramai, Minggu (10/1/2021).

Keluarga dan kerabat dekat terlihat mempersiapkan tenda di depan rumah Mia, di Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, Denpasar, Bali.

Kakak Mia, Ardi Samuel Cornelis Wadu (25) mengatakan, pihak keluarga masih menunggu kabar pasti perihal kejadian tersebut.

"Kemarin, Sriwijaya menelepon sebatas konfirmasi pesawat yang dikabarkan benar yang dinaiki adik saya, baru sebatas itu."

"Informasi lebih lanjut belum ada karena Basarnas juga masih mencari," kata Ardi saat ditemui di kediamannya, Minggu siang.

Ardi dan keluarga berharap proses pencarian dan evakuasi bisa dilakukan secepatnya agar keluarga mendapat kepastian kabar dari adiknya.

Tak seharunya di penerbangan

Ardi telah berkomunikasi dengan sejumlah kawan adiknya yang ada di Jakarta.

Dari sana ia mengetahui bahwa jadwal adiknya seharusnya ada di penerbangan lain. Kemudian jadwal adiknya ditukar di penerbangan SJ 182.

"Dia seharusnya tidak di penerbangan itu, karena tiba-tiba jadwalnya di-switch," katanya.

Mia, kata Ardi, menjadi pramugari di Sriwiajaya Air sejak tiga tahun lalu. Kemudian pada Desember 2020 ada perpanjangan kontrak.

Ardi sudah meminta adiknya untuk kembali ke Denpasar dan mencari pekerjaan lain.

"Dia bilang enggak apa-apa, masih pengin jadi pramugari, sejak SMA pengin jadi pramugari," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Sriwijaya Air SJ 182 tujuan Jakarta-Pontianak dinyatakan hilang kontak pada pukul 14.40 WIB, Sabtu.

Pesawat disebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu, dekat Pulau Laki dan Pulau Lancang.

Pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Minggu (10/1/2021) perlahan mulai menemukan titik temu.

Dalam pencarian di hari kedua, personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan TNI Angkatan Laut (TNI AL) menemukan sejumlah barang bukti yang kuat dugaan berhubungan dengan jatuhnya Sriwijaya Air.

Di antara tumpahan minyak yang diduga dari pesawat, serta serpihan mesin dan hidrolik kabin pesawat. (*)

Sumber: style.tribunnews

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel