"NGAMUK" Teddy Ngotot Temui Anak Sule: Om Mau Ketemu Teteh Penting!, Putri Ngambil Tanpa Ijin


Oktober 2020 lalu sempat heboh Teddy menunjukkan isi chat WhatsApp marahnya dirinya lantaran Putri Delina mengambil semua aset harta Lina Jubaedah.

Dalam chat WhatsApp tersebut, Teddy yang marah ngotot ingin bertemu dengan Putri Delina.

Teddy merasa tersinggung dengan sikap putri Sule yang mengambil semua aset harta Lina Jubaedah tanpa seizinnya.

Alih-alih bisa bertemu dengan Putri Delina, niat Teddy justru dipatahkan lantaran Sule melarang sang anak menemui ayah tirinya tersebut.

Ngamuknya Teddy terbukti dalam pesan WA yang ia kirim ke Putri Delina pada 11 Oktober 2020 lalu.

Sayangnya niat Teddy untuk bertemu Putri Delina dihalangi oleh Sule.


Suami Nathalie Holscher ini pun melarang Putri Delina untuk bertemu dengan Teddy.

Geram dengan sikap Sule dan Putri Delina, Teddy pun akhirnya membongkar hal ini ke hadapan publik lagi.

Teddy pun membeberkan tangkapan layar percakapan dirinya bersama Putri Delina yang membicarakan perihal harta gana-gini milik Lina Jubaedah.

Pada tangkapan layar yang ditayangkan di Youtube Surya Citra Televisi (SCTV) tampak Putri mengirimkan pesan pada 27 Juli 2020 ke Teddy untuk memberi tahu bahwa dirinya sudah mengambil semua berkasnya.

"Assalamu'alaikum om, berkas2 semua di safety box udah putri ambil semua, jadi om tinggal tutup safety boxnya," tulis Putri pada tangkapan layar tersebut.

3 bulan setelahnya, tepatnya 1 hari sebelum Lina Jubaedah berulang tahun Teddy baru membalas pesan tersebut.

"Wa alaikum salam iya om kaget sekaligus bingung.

Teteh ambil putusan tanpa musyawarah dulu, Om mau ketemu sama teh putry ada yg mau dibicarakan juga penting!!!!

Sekalian mau ambil kunci brangkas bank mega kapan bisa nya?" jawab teddy pada 11 Oktober 2020.

Rupanya keinginan Teddy bertemu tidak bisa segera terwujud karena Putri tidak mendapatkan izin dari Sule.


"Nanti aja ketemunya ga boleh sama ayah kalo hari ini," jawab putri di hari yang sama.

Pada tayangan yang sama, Teddy pun menceritakan bagaimana harta gana-gini bisa diambil Putri secara diam-diam.

"Kalau omongan sih gak.

Ada tapi pas udah diambil baru teh Putri text bahwa semua deposit yang ada, sama file semua, sama harta gono-gini datanya itu udah diambil semua," ujar Teddy.

Teddy pun menegaskan bahwa pengambilan berkas tersebut tanpa sepengetahuannya.

"Jadi gak ada omongan sama sekali," ujar Teddy.

Teddy juga menjelaskan bahwa ia sudah menyerahkan urusan tersebut ke pihak pengacaranya karena ia ingin fokus mengurus anaknya bersana Lina.

"Kalau dibawa semua saya juga udah serahin ke lawyer.

Mungkin nanti biar lawyer-lah yang urus karena saya udah dibilangnya emang mau fokus ngurusin si dedek aja," ujar Teddy.

Alhasil Teddy pun menegaskan kalau ada masalah ke depannya terkait harta Lina, ia pun angkat tangan.

"Jadi emang kalau nantinya takut ramai lagi masalah harta gono-gini yang jelas sekarang harta gono-gini udah di teh Putri semuanya," ujarnya.

Ia pun meminta kalau pun ada hutang bisa ditagih langsung ke anak sambungnya.

"Jadi kalau emang ada hutang-piutang atau masalah berhubungan dengan masalah dengan istri saya bisa menanyakan langsung ke teh Putri," jelasnya.

Sebelumnya, salah satu harta yang diwariskan adalah sebuah rumah di kawasan Cileunyi.

Rumah tersebut diberikan Sule untuk Lina ketika mereka bercerai.

Kondisi rumah itu kini memprihatinkan.

Berdasarkan video Status Selebriti yang diunggah pada 19 Januari 2020, rumah tersebut terlihat seperti tak terawat.

Debu yang tebal tampak di lantai teras.

Selain tak terurus, rumah itu juga seperti sudah lama tidak ditinggali.

Bagian dalam rumah terlihat gelap dan sampah seperti kardus bekas berserakan di teras.

Suami Lina, Teddy sempat menuturkan bahwa rumah itu disiapkan almarhumah untuk diwariskan kepada anak-anaknya.

"Rumah di Panyawangan itu mut'ah, sudah dikasih ke bunda Lina.

Itu amanatnya, ini harus dikasih ke A Iky (Rizky Febian), Teh Putri (Putri Delina) sama adik-adik," kata Teddy.

Selain rumah, ruko yang digunakan sebagai salon juga diserahkan untuk anak-anak Lina.

"Yang atas nama Bunda Lina sendiri itu salon yang di Panyawangan," ucapnya.

Ruko tersebut kini sudah tidak digunakan sebagai salon.

Pengacara Lina, Abdurrahman mengonfirmasi ucapan Teddy.


Aset-aset Lina sudah diberikan kepada Putri Delina.

"Aset-aset itu akan diberikan kepada anak tertuanya yaitu Rizky. Untuk rumah di Panywangan dan ruko yang berupa salon itu diberikan kepada Putri Delina," ucapnya.

Selain itu, pengacara mengatakan Lina pun meninggalkan piutang.

"Ada piutang almarhumah di luar kurang lebih sekitar Rp 2 miliar setelah masuk putusan cerai piutang ini ada penagihan sekitar Rp 300 juta jadi sekitar Rp 1,7 miliar," ujarnya.

Pengacara juga menjelaskan bahwa ruko tersebut sudah beralih fungsi dan disewakan menjadi tempat jasa pengiriman.

Kendati demikian, ruko itu masih milik Lina.

"Setelah waktu itu dipakai salon kemudian kosong lalu disewakan sebagai jasa penitipan barang mungkin sekarang kosong lagi," ucapnya.


Sumber: style.tribunnews 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel